Deri Pramana dan Vera Oktaria

MANAberita.com – PRADA Deri Pramana, pelaku mutilasi Fera Oktaria (20) di tangkap pada Kamis, 13 Mei 2019 ini. Awalnya lokasi penangkapan Prada Deri disebut di Padepokan Mohyang, Serang, Banten.

Mengutip Hetanews, tempat Prada Deri diringkus bukan Padepokan Mohyang, melainkan Padepokan Danghiang. Padepokan ini milik Kiai Syar’i yang tinggal di kawasan Kecamatan Padarincang, Kabupaten Serang.

Penunggu padepokan, Mang Anjur mengatakan di padepokan ini memang sering ditinggali orang dari berbagai wilayah. Banyak orang berkunjung untuk bertemu dengan Kiai Syar’i mulai dari Banten, Lampung, sampai Palembang.

Menurut Mang Anjur, setiap hari mereka yang ingin bertemu dengan Kiai Syar’i juga banyak. Tamu-tamu biasanya datang untuk belajar mengaji atau minta didoakan.

“Kalau yang datang ke sini banyak, dari mana-mana karena ingin bertemu kiai,” kata Mang Anjur.

Mang Anjur mengatakan, tamu-tamu ini jarang dikenal profesi maupun asalnya. Mereka datang hanya untuk bertemu atau minta nasihat dari Kiai Syar’i. Jika ada tamu dari luar, padepokan sendiri jadi tempat istirahat tamu.

Baca Juga
Bakar Rumah dan Bunuh Kakak Serta Keponakan Kandung, Pria ini Mengaku Tak Menyesal
Inul Daratista Curhat Tentang Dendam 15 Tahun Lalu, Anak Rhoma Irama Angkat Bicara
Hasil Forensik Tak Diberikan Polisi, Keluarga Audrey Minta Visum Ulang

Namun Mang Anjur mengaku tak mengetahui peristiwa penangkapan Prada Deri. Menurutnya, banyak tamu yang datang tidak memakai pakaian dinas.

“Ya mungkin ada karena pakai pakaian preman. Karena yang datang ke padepokan kan nggak mengenalkan diri,” ujarnya. (Ila)