foto : detik.com

MANAberita.com – PIHAK Kepolisian menerapkan diskresi dalam menangani kasus pembunuhan begal oleh ZL (17).

Polisi terus menyidik kasus yang menjerat ZL (17), pelajar yang menusuk pemalaknya hingga tewas. Selama proses tersebut, polisi tidak menahan remaja tersebut. ZL hanya dikenakan wajib lapor.

“Kami tidak melakukan penahanan terhadap ZL, karena statusnya pelajar dan dengan pertimbangan masa depan yang bersangkutan,” tegas Kapolres Malang AKBP Yade Setiawan Ujung seperti dilansir detik, Rabu (11/09).

Yade menjelaskan pihaknya sangat memahami perbuatan ZL hingga menusuk korban yang sebelumnya berniat merampas barang berharga dan bahkan hendak memperkosa pacarnya.

Adanya unsur pembelaan tersebut, lanjut Yade, tengah didalami selama proses penyidikan berjalan. Di sisi lain, penyidik tak memiliki kewenangan untuk memutuskan.

“Dalam undang-undang hukum pidana, diatur yang berwenang untuk memutuskan perbuatan tersebut, masuk kategori pembelaan diri atau noodweer sebagai dalam Pasal 49 KUHP adalah hakim, bukan penyidik Polri,” tandas Yade.

Yade menegaskan pihaknya menerapkan diskresi dengan tidak melakukan penahanan berdasarkan pertimbangan dari kronologi kejadian, serta alasan-alasan subyektif lainnya.

Baca Juga
Pelaku Begal Mulai Beraksi di Kambang Iwak Kecik
Tidak Setia Kawan! Dikepung Warga, Begal di OKI Tembak Mati Temannya Agar Bisa Kabur
Kasat Reskrim Polresta Prioritaskan Tumpas Pelaku Begal

“Jadi tidak dilakukan penahanan, akan diberlakukan wajib lapor yang sesuai dengan jam belajar mengajar yang bersangkutan (ZL),” beber Yade.

“Sementara untuk pelaku begal, dari empat orang komplotannya, dua orang sudah berhasil diamankan dan dilakukan penahanan. Satu masih DPO, dan seorang lagi, pelaku yang tewas ditikam oleh ZL,” tandasnya.