Ilustrasi

MANAberita.com — SEORANG wanita yang menggigit puting wanita lainnya selama di toilet sebuah klub malam telah meminta maaf usai korbannya mendapatkan operasi.

Perempuan berusia 21 tahun itu mengatakan kepada Daily Star Online bahwa dia benar-benar minta maaf atas insiden yang terjadi di klub malam Evoque di Preston.

Shannon Balshaw dari Preston dinyatakan bersalah menyebabkan kerugian fisik pada seorang wanita di Pengadilan Magistrates Preston.

Jaksa penuntut mengatakan perselisihan berlangsung pada jam 1.50 pagi pada 12 Mei setelah kedua wanita itu bertemu dengan Balshaw di toilet.

Saat korban mengatakan kepada pengadilan bahwa dia sedang buang air kecil lalu pertengkaran meletus ketika pelaku berkata: “Itu bukan toilet hun”.

Perkelahian kemudian terjadi di mana salah satu korban berakhir di atas Balshaw.

Setelah kasus tersebut, Balshaw mengatakan kepada Daily Star Online: “Maaf saya telah membuat mereka merasa sakit, entah itu secara emosional atau fisik.”

“Tidak ada yang pantas merasa tertekan atau cemas tentang apa pun. Aku benar-benar minta maaf atas apa yang terjadi dan berharap para gadis akan menerima permintaan maafku apa pun hasilnya.”

Petugas medis di Rumah Sakit Royal Preston mengatakan korban bisa kehilangan putingnya, pengadilan mendengar, lapor Lancashire Post.

Korban dibiarkan dengan bekas luka dan puting asimetris dan harus memiliki suntikan hepatitis C.

Dalam sebuah pernyataan yang dibacakan ke pengadilan, korban berkata: “Saya merasa seperti telah dikembalikan secara mental dan fisik. Butuh waktu beberapa saat untuk kembali seperti dulu.

Baca Juga
Sudah Dipukuli, Kini Staf SMP 2 Galesong Juga Dipolisikan Pelaku
Sakit Hati Kerap Dikatai Monyet, Siska ‘Sarangheo’ Nekat Bunuh Pemilik Ipung Salon
Siswi SMA 16 Tahun Bangga Buat Video Porno Sendiri dan Menyebarkan di Sosmed

“Aku bertanya-tanya bagaimana penampilanku, akankah aku bisa menyusui? Ini adalah cedera yang mengubah hidup bagi orang muda seperti aku.”

Dia menambahkan dia harus membatalkan liburan ke Magaluf karena saran medis dan malu dari bekas lukanya. (Ila)