Ilustrasi

MANAberita.com — ADANYA kasus bunuh diri dua mahasiswa Unpad (Universitas Padjadjaran) di indekosnya di kawasan Jatinangor, Sumedang, Jawa Barat kurun satu pekan terakhir membuat geger.

Ramai diperbincangkan bahwa alasan keduanya gantung diri karena gagal skripsi dan masalah keuangan.

Diketahui, kedua mahasiswa Unpad tersebut merupakan mahasiswa semester 13. Kedua mahasiswa ini diketahui merupakan teman dekat.

Loading...

Kapolres Sumedang AKBP Hartoyo mengatakan, dua mahasiswa itu yakni inisial RWP (24), dan inisial MB (23).

“RWP (24), merupakan mahasiswa Fakultas Perikanan dan Kelautan asal Kabupaten Simalunggun, Sumatera Utara. Dia ditemukan tewas gantung diri di kamar indekosnya di Gang Dahlia I, Dusun Sayang, Kacamatan Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Senin (24/12) pukul 06.00 WIB,” ujarnya mengutip Kompas.com.

Kemudian, kata Kapolres, satu mahasiswa lainnya, MB (23) juga ditemukan tewas gantung diri di dalam kamar indekosnya di Perumahan Puri Indah, Jatinangor, Sumedang, Senin (17/12) lalu.

Kapolres menuturkan, dari dua kasus ini pihaknya tidak menemukan sepucuk surat yang menerangkan alasan keduanya memilih jalan konyol untuk bunuh diri.

“Gak ada (surat yang ditinggalkan sebagai pesan terakhir dari keduanya),” singkatnya.

Kapolres menambahkan, inisial RWP kali pertama ditemukan tewas gantung diri oleh pacarnya yang hendak mengantar makanan ke kamar indekosnya.

“Korban kali pertama ditemukan oleh pacarnya. Dia mencium bau tidak sedap dari dalam kamar, dengan keadaan kamar terkunci. Saat itu juga dia melaporkannya kepada penjaga indekos,” ucapnya.

Baca Juga
Terungkap! Gebby Vesta Ternyata Seorang Laki-Laki, ini Buktinya
Gegerkan Jamaah Masjid! Remaja ini Dikira Meninggal Dunia Saat Sholat Jumat, Padahal…
Astaga! Pasang Kawat Gigi, Remaja Cantik ini Nyaris Meregang Nyawa, Ternyata Penyebabnya…

Kemudian, lanjut Kapolres, penjaga indekos membuka pintu dengan kunci duplikat dan menemukan korban dalam keadaan tergantung di jendela kamar.

“Setelah menerima laporan, kami langsung mendatangi TKP dan melakukan penyelidikan dan mengumpulkan keterangan dari para saksi. Korban kemudian dibawa ke RS Sartika Asih. Saat itu, pihak keluarga menolak untuk autopsi,” katanya. (Ila)