Mahasiswa ITB Meninggal Dunia saat Uji Coba Pesawat Tanpa Awak, Cuaca Hujan Jadi Penyebabnya

  • Rabu, 07 Juni 2023 - 22:39 WIB
  • Nasional

MANAberita.com – SEORANG mahasiswa Program Studi Teknik Mesin Fakultas Teknik Mesin dan Dirgantara Institut Teknologi Bandung (ITB), Muhammad Rasyid Ghifary, dikabarkan meninggal dunia saat uji coba menerbangkan pesawat tanpa awak.

Peristiwa yang merenggut nyawa Rasyid terjadi di Lanud Sulaiman, Kabupaten Bandung, pada Selasa (6/6). Saat itu, Rasyid bersama rekannya yang tergabung dalam UKM Aksantara ITB tengah melakukan uji terbang pesawat tanpa awak.

“Itu adalah mahasiswa mesin angkatan 2021, jadi mahasiswa di fakultas kami, mahasiswa itu sedang bersama timnya sedang melakukan kegiatan di unit kegiatan mahasiswa (UKM),” kata Dekan Fakultas Teknik Mesin dan Dirgantara ITB, Prof Dr Tatacipta Dirgantara, Rabu (7/6).

Dia menjelaskan, saat itu UKM Aksantara ITB sedang mempersiapkan pesawat tanpa awak untuk mengikuti ajang perlombaan KRT (Kontes Robot Terbang). Tatacipta mengatakan bersama beberapa rekannya, Rasyid bertolak ke Lanud Sulaiman Selasa sore.

Namun, cuaca saat itu hujan sehingga membuat tanah di sekitar lokasi menjadi lembek. Kondisi tanah lembek itulah yang membuat pasak dari alat pelontar pesawat tanpa awak tercabut dan mengenai Rasyid.

“Selasa sore itu hujan ya, kemudian sesudah reda mereka kemudian mencoba. Tapi karena hari Senin, Selasa hujan jadi tanah itu basah, jadi dia menancapkan pasak ke tanah. Jadi karena basah, nggak kuat,” jelasnya.

Baca Juga:
Layangan Nyangkut di Pesawat Garuda, Untung Belum Take Off!

“Ketika pelontar itu ditarik, pasaknya tercabut dari tanah, karetnya kena orang. Mengenai dua orang, yang satu nggak kenapa-kenapa, hanya kena tangan. Satu lagi (Rasyid) kena area yang fatal,” tambahnya.

Tatacipta memastikan saat uji coba, pesawat tanpa awak yang dibuat Rasyid dan rekannya tak mengalami masalah apapun. Kondisi tanah yang basah yang jadi penyebab kecelakaan itu terjadi.

“Itu pesawatnya mau uji coba, pesawatnya mah nggak ada masalah, tapi yang masalah pelontar pesawatnya itu loh,” ujarnya.

Baca Juga:
Untuk Melawan Invasi Pesawat Tak Berawak Korea Utara, Korea Selatan Siap Menggelontorkan Dana $440 Juta

Almarhum Rasyid sudah dimakamkan oleh pihak keluarga di Jakarta, Rabu siang. Tatacipta mengatakan keluarga besar ITB sangat berduka atas kepergian Rasyid yang dikenal sebagai mahasiswa aktif dan berprestasi.

“Tentu kita merasa kehilangan dan berduka mahasiswa yang tergabung dalam tim ini sebetulnya mahasiswa yang baik dan nilainya bagus, aktif menggali potensi diri. Kami kehilangan dan sudah bertemu dengan keluarga mengucapkan duka dari Rektor dan keluarga besar ITB,” ucapnya.

(sas)

Komentar

Terbaru